Sunday, October 23, 2016

TEORI SEMIOTIKA ROLAND BARTHES

Lahir di Cherbourg Perancis pada tahun 1915, Roland Barthes sangat populer seiring dengan semakin seringnya analisis semiotika dipergunakan dalam berbagai disipin ilmu. Selama karir intelektualnya Barthes tidak hanya terbatas pada semiotika saja, tetapi juga telag menerapkan berbagai macam pendekatan untuk mengkaji beragam fenomena, dengan basis sastranya Barthes memberikan cara pandang baru dalam mengkaji teks sastra, dalam memposisikan pengarang pada pembaca, atau sebaliknya, dan dalam menganalisis tanda-tanda atau simbol-simbol. Barthes membedah tulisan sejarah karya Julis Michelet serta kajian psiko-biograsi Racine. Selain itu Barthes juga memberikan perhatian pada persoalan-persoalan personal dalam teks sastra, fotografi atau bahkan persoalan cinta. Pemikirannya adalah serpihan gagasan yang begitu multidimensi dan mengundang berbagai interpretasi.
Barthes memang tidak menyangkal bahwa dirinya telah banyak menghabisnkan waktu untuk melahirkan dan mengambangkan semiotika sebagai keukatan eksentrik budaya modern. Barthes tidak menjadikan semiotika sebagai sebuah ilmu baru yang menakutkan tetapi sebagaimana telah dijelaskan oleh ST Sunardi (2004:2) dengan mengutip ucapan Barthes “semiotika tidak akan menggantikan penelitian apapun di sini, tetapi sebaliknya semiotika akan menjadi semacam kursi roda, kartu As, dalam pengetahuan kontemporer sebagaimana tanda merupakan kartu As dalam wacana”. Menurutnya, semiotika mempunyai hubungan dengan science, namun semiotika itu sendiri bukan science. Ia menyebut hubungan ini sebagai hubungan ‘ancillary’ menginatkan kita akan kedudukan filsafat pada zaman skolastik sebagai ancilla theologiae, hamba teologi. Jadi dia memposisikan semiotika sebagai hamba ilmu-ilmu.

Barthes telah banyak menulis buku atau karya-karya yang berkaitan dengan studi semiotika dan sastra, misalnya ‘Le degre zaro de l’ecriture (1953) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Writing Degree Zero (1977), Michelet (1954), Mythologies (1957), yang isinya mengulas mengenai data kultural yang dikenal umum seperti balap sepeda Tour de France, reklame dalam surat kabar dan lain-lain. Critical Essay (1964) adalh buku lainnya; Elements of semiology (beberapa unsur semiologi) (1964), dan banyak lagi karya-karya lainnya.

No comments:

Post a Comment