Ringkasan tabel 18. Karakteristik
dari masyarakat industri (second wave),
masyarakat pasca-industri (third wave)
dan masyarakat yang diharapkan (fourth
wave).
Ringkasan ini akan melihat bagaimana
masyarakat yang diharapkan (dalam hal ini masyarakat abad 21) bekerja dalam
segi ekonomi pembangunan dibandingkan dengan masyarakat industri (second wave) dan masyarakat
pasca-industri (third wave), selanjutnya
ringkasan ini lebih terfokus pada fourth
wave artinya porsi bagi second wave
dan third wave lebih sedikit dibahas.
Pertama
apabila dilihat dari segi peran perusahaan didalam fourth wave, tujuan perusahaan yang hendak dicapai ingin melayani
kebutuhan dunia dengan motivasi agar meninggalkan warisan untuk masa depan yang
lebih baik. Nilai-nilai yang hendak dicapai adanya pertanggung jawaban untuk
semua pihak dan adanya kepuasan pribadi, selanjutnya berkaitan dengan pemangku
kepentingan tidak lagi ditujukan hanya untuk kepentingan pemegang saham,
karyawan, keluarga, produsen, konsumen, komunitas dan pemerintah seperti dalam
masa pasca-industri (second wave) melainkan lebih luas dari
itu, mencakup pemegang saham, karyawan, keluarga, produsen, konsumen,
komunitas, pemerintah sistem ekonomi dan Gaia. Harapan yang hendak dicapai, mengharapkan
adanya kesatuan dalam arti bisnis sebagai sarana untuk secara aktif
mempromosikan keadilan ekonomi dan sosial hal tersebut berbeda dengan harapan
yang hendak dicapai oleh second wave
dan third wave, pada second wave harapan yang hendak dicapai
adalah adanya keuntungan pribadi demi mencari nafkah sedangkan dalam third wave harapan yang hendak dicapai
adanya kerjasama artinya bisnis merupakan cara bagi orang tumbuh dan
berkembang. Selanjutnya, pada fourth wave
kewenangan dari perusahaan lebih global pemikirannya bukan lagi lingkungan tapi
lebih dari itu.
Pada
masyarakat yang diharapkan (fourth wave)
definisi dari kekayaan perusahaan lebih luas daripada masa pasca-industri
yaitu, adanya kualitas hidup dan keselarasan dengan tatanan alam. Kepemilikan
perusahaan dimiliki oleh komunitas, ukuran kinerja dinilai dari ide, informasi
kreativitas dan visi. Struktur perusahaan dibangun oleh komunitas, tempat untuk
mengontrol dan otoritas berada pada kekuasaan pengambilan suara terbanyak hal
ini jelas sangat berbeda dengan ketentuan yang terdapat pada second wave dan third wave, pada second wave
tempat kontrol dan otoritas terpusat, dan pada third wave tempat kontrol dan otoritas bersifat partisipatif
demokratis. Peran manajemen yang semula diambil alih oleh coach, pembantu manajemen, fasilitator dan penasihat hukum pada
masyarakat yang kelak diharapkan tidak ada lagi. Susana kerja adanya kebebasan
ekspresi bagi semua orang, keterbukaan dan penerimaan kesetaraan fleksibilitas.
Download This Paper
Download This Paper

No comments:
Post a Comment