Sunday, November 16, 2014

SISTEM EKONOMI PANCASILA

Ringkasan tabel 18. Karakteristik dari masyarakat industri (second wave), masyarakat pasca-industri (third wave) dan masyarakat yang diharapkan (fourth wave).
Ringkasan ini akan melihat bagaimana masyarakat yang diharapkan (dalam hal ini masyarakat abad 21) bekerja dalam segi ekonomi pembangunan dibandingkan dengan masyarakat industri (second wave) dan masyarakat pasca-industri (third wave), selanjutnya ringkasan ini lebih terfokus pada fourth wave artinya porsi bagi second wave dan third wave lebih sedikit dibahas.
Pertama apabila dilihat dari segi peran perusahaan didalam fourth wave, tujuan perusahaan yang hendak dicapai ingin melayani kebutuhan dunia dengan motivasi agar meninggalkan warisan untuk masa depan yang lebih baik. Nilai-nilai yang hendak dicapai adanya pertanggung jawaban untuk semua pihak dan adanya kepuasan pribadi, selanjutnya berkaitan dengan pemangku kepentingan tidak lagi ditujukan hanya untuk kepentingan pemegang saham, karyawan, keluarga, produsen, konsumen, komunitas dan pemerintah seperti dalam masa pasca-industri  (second wave) melainkan lebih luas dari itu, mencakup pemegang saham, karyawan, keluarga, produsen, konsumen, komunitas, pemerintah sistem ekonomi dan Gaia. Harapan yang hendak dicapai, mengharapkan adanya kesatuan dalam arti bisnis sebagai sarana untuk secara aktif mempromosikan keadilan ekonomi dan sosial hal tersebut berbeda dengan harapan yang hendak dicapai oleh second wave dan third wave, pada second wave harapan yang hendak dicapai adalah adanya keuntungan pribadi demi mencari nafkah sedangkan dalam third wave harapan yang hendak dicapai adanya kerjasama artinya bisnis merupakan cara bagi orang tumbuh dan berkembang. Selanjutnya, pada fourth wave kewenangan dari perusahaan lebih global pemikirannya bukan lagi lingkungan tapi lebih dari itu.
Pada masyarakat yang diharapkan (fourth wave) definisi dari kekayaan perusahaan lebih luas daripada masa pasca-industri yaitu, adanya kualitas hidup dan keselarasan dengan tatanan alam. Kepemilikan perusahaan dimiliki oleh komunitas, ukuran kinerja dinilai dari ide, informasi kreativitas dan visi. Struktur perusahaan dibangun oleh komunitas, tempat untuk mengontrol dan otoritas berada pada kekuasaan pengambilan suara terbanyak hal ini jelas sangat berbeda dengan ketentuan yang terdapat pada second wave dan third wave, pada second wave tempat kontrol dan otoritas terpusat, dan pada third wave tempat kontrol dan otoritas bersifat partisipatif demokratis. Peran manajemen yang semula diambil alih oleh coach, pembantu manajemen, fasilitator dan penasihat hukum pada masyarakat yang kelak diharapkan tidak ada lagi. Susana kerja adanya kebebasan ekspresi bagi semua orang, keterbukaan dan penerimaan kesetaraan fleksibilitas.

Download This Paper

No comments:

Post a Comment